Rabu, 04 April 2012

askeb anc letak sungsang


C.    Tinjauan Tentang Letak Sungsang
1.     Pengertian
a.     Letak sungsang merupakan letak membujur dengan kepala janin difundus uteri. (Manuaba C 2008 hal : 116)
b.     Letak sungsang adalah bila bayi letak longitudinal dan bokong berada di bawah uterus ibu. (Chapman V 2006 hal :126)
c.     Letak sungsang merupakan keadaan dimana janin terletak memanjang dengan kepala di fundus uteri dan bokong berada di bagian bawah kavum uteri.(Wiknjosastro 2006, hal : 606).

2.     Jenis Letak Sungsang
Letak sungsang terbagi atas :
a.     Presentasi bokong murni (Frank Breech)
Yaitu fleksi ekstremitas bawah pada sendi paha dan ekstensi lutut sehingga kaki terletak berdekatan dengan kepala.
                                                              



Gambar 2 : (Manuaba, 2007: 243Presentase Bokong Murni)
b.     Presentasi bokong lengkap (Complete Breech)
Yaitu satu atau kedua lutut lebih banyak dalam keadaan fleksi dari pada ekstensi.






Gambar 3 : (Manuaba 2007:243 Presentase Bokong Lengkap )
c.     Presentasi bokong tidak lengkap (Incomplete Breech)
Yaitu satu atau kedua sendi paha tidak dalam keadaan fleksi dan satu atau kedua kaki atau lutut terletak dibawah bokong, sehingga kaki atau lutut bayi terletak paling bawah pada jalan lahir,terdiri dari : 
Letak kaki :
Kedua kaki terletak dibawah = letak kaki sempurna
Hanya satu kaki terletak dibawah = letak kaki tak sempurna
Letak lutut :
Kedua lutut terletak paling rendah (letak lutut sempurna)
Hanya satu lutut terletak paling rendah (letak lutut tak sempurna) (
file:///D:/My%20Document/presentasi-bokong.html, diakses tanggal 21 juni 2010)





              Gambar 4 . (Manuaba 2007: 243Presetase Bokong tidak Sempurna)
3.     Insiden
       Meskipun 25 % bayi mengalami posisi sungsang sekali waktu dalam kehamilan, namun hanya 3 – 4 % yang tetap sungsang dan lebih sering sebelum umur kehamilan 32 minggu. Presentase bokong juga lebih mungkin, jika kavum uteri berubah bentuk dikarenakan plasenta previa, leiomioma segmen bawah, hidramnion, atau kehamilan kembar (Chapman V, 2006).
4.     Diagnosis
Beberapa cara diagnostic yang dapat digunakan adalah anamneses, pemeriksaan abdomen, auskultasi denyut jantung, janin dan ultrasonografi.
a.     Anamnesis
Sering kali wanita hamil menyatakan bahwa kehamilannya terasa penuh dibagian atas dan gerakan terasa lebih banyak di bagian bawah. Ada perasaan berat dibawah epigastrum, sering merasakan adanya benda keras yang menekan tulang iga (WinjosastroH, 2006 hal : 609)
b.     Pemeriksaan abdomen
Pada pemeriksaan abdomen : kepala teraba dibagian atas, bokong pada daerah pelvis (Saifuddin AB, 2006 hal : 197)
c.     Auskultasi
Auskultasi menunjukkan bahwa DJJ lokasinya lebih tinggi (Saifuddin AB, 2006 hal : 197)
d.     Ultrasonografi (USG)
e.     Pemeriksaan dalam
5.     Sebab terjadinya letak Sungsang
a.     Keadaan kehamilan
-        Kehamilan ganda
-        Kehamilan lebih dari dua
b.     Keadaan jalan lahir
-        Panggul sempit
c.     Keadaan uterus
-        Uterus arkuatus
-        Uterus septus
-        Uterus dupleks
d.     Keadaan air ketuban
-        Hidramnion
-        Oligohidramnion
e.     Keadaan tali pusat
-        Terdapat lilitan tali pusat
-        Tali pusat pendek
f.      Keadaan janin
-        Makrosemia
-        Hidrosepalus
g.     Terdapat plasenta previa
h.     Terdapat tumor dipelvis minor yang mengganggu masuknya kepala janin ke pintu atas panggul. (Cunningham. F G, 2006:560)
6.     Prognosis
     Angka kematian bayi pada persalinan letak sungsang lebih tinggi jika dibandingkan dengan letak kepala. Sebab kematian perinatal yang terpenting ialah prematuritas dan penanganan persalinan yang kurang sempurna, dengan akibat hipoksia atau perdarahan didalam tengkorak. Sedangkan hipoksia terjadi akibat terjepitnya tali pusat antara kepala dan panggul pada waktu kepala memasuki rongga panggul serta akibat retraksi uterus yang dapat menebabkan lepasnya plasenta sebelum kepala lahir. Kelahiran kepala janin yang lebih lama dari 8 menit setelah umbilikus dilahirkan, akan membahayakan kehidupan janin. Selain itu bila janin bernapas sebelum hidung dan mulut lahir dapat membahayakan, karena mukus yang terhisap dapat menyumbat jalan napas. ( Prawirohardjo. S, 2006:613).
       Presentase yang salah itulah yang dapat menimbulkan masalah saat ibu harus mengalami persalinan dan berbeda dengan persalinan normal. Pada persalinan bokong dibatasi waktu. Begitu badan bayi sudah keluar kepalanya harus dikeluarkan 4 menit kemudian. Hal ini harus dilakukan demi keselamatan bayi, sebab jika terlalu lama bayi bisa kekurangan oksigen dan dapat menimbulkan kematian  (http://www.mail a – rechive.com diakses tanggal 2 Juni 2010).
7.     Penatalaksanaan dalam kehamilan letak sungsang
Mengingat bahaya – bahayanya, sebaiknya persalinan dalam letak sungsang harus dihindarkan. Untuk itu bila pada waktu pemeriksaan antenatal dijumpai letak sungsang, terutama pada primigravida, hendaknya diusahakan untuk mengubah letak sungsang menjadi letak kepala. Upaya – upaya tersebut adalah :
a.     Posisi knee chest
1)    Tujuan
Membenarkan posisi sungsang janin kearah posisi presentase kepala secara alamiah, dengan pertimbangan kepala lebih berat dari bokong sehingga dengan hukum alam akan mengarah ke pintu atas panggul (Mufdlilah, 2009).
2)    Persiapan alat
a)    Lantai beralas
b)    1 bantal tipis
3)    Pelaksanaan
a)    Sikap
Posisi tubuh tengkurap dengan bertumpu pada lutut dan lengan. Rebahkan dada sampai menyentuh lantai. Kepala dimiringkan diatas bantal (Mufdlilah, 2009).
                              Gambar 5. (Klikdokter.com, di akses tanggal 17 Juni 2010)
b)    Anjuran
-        Pada kehamilan sekitar 7 – 8 bulan
-        Dilakukan 3 – 4 kali sehari selama 10 menit, seminggu kemudian periksa ulang
-        Bila letak janin tidak berubah, posisi knee chest diulangi, bila berhasil perut difiksasi (diikat) dengan gurita atau stagen agar posisi janin tak berubah kembali.

STUDI KASUS

ASUHAN KEBIDANAN  NY.”M” GESTASI 32-34 MINGGU DENGAN LETAK SUNGSANG DI RSIA PERTIWI
TGL 9 JUNI 2010


No. Register                      : 02 96 73
Tanggal Kunjungan           : 9-Juni-2010   jam 09.30 WITA
Tanggal Pengkajian           : 9-juni 2010  jam 09.35 WITA
LANGKAH I ; IDENTIFIKASI DATA DASAR
A. Identitas Istri /  Suami
          Nama istri/suami                         : Ny. “M”                 / Tn.”T”
          Umur                                          : 39 tahun               / 57 tahun
          Suku bangsa                               : Makassar              / Makassar
          Agama                                        : Islam                              / Islam
          Pendidikan                                  : SI                         / SMA
          Pekerjaan                                   :Pegawai honorer/Pensiunan PNS
          Status Perkawinan/lamanya         :sah/ ±2 tahun
          Alamat                                        : Jl. Macan no. 34
B. Riwayat Kehamilan Sekarang
1.     HPHT tanggal  25-10-2009
2.     TP tanggal 1-8-2010
3.      hamil pertama kalinya dan tidak pernah keguguran
4.     Umur kehamilannya sudah memasuki 8 bulan
5.      Pergerakan janinnya pertama kali pada bulan maret disebelah kiri
6.     Ibu tidak pernah mengalami perdarahan selama hamil
7.     Ibu tidak pernah merasakan nyeri perut
No
Tanggal
BB
TD
LILA
LAB
TFU
Umur kehamilan
Letak anak
DJJ
Obat-obatan
1.

2.

3.

12-02-2010
15-3-2010
20-5-2010
60

63

64
100/70

110/60

110/60


26

26

26


HB :9,2
9,5

9,7
3 jrbpst

stgpst

3 japst
15 minggu
20 minggu
29 minggu
Ball

Bokong

bokong


Belum jelas
±122 x/mnt
±126 x/mnt

TT 1, fe, vit C
TT II, fe
Vit C
Fe, vit C, kalk

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar